SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG •    MARI KITA SUKSESKAN BERSAMA PEMILIHAN UMUM SERENTAK 17 APRIL 2019, DEMI BANGKA BELITUNG YANG LEBIH MAJU. •    MARI KITA CIPTAKAN PEMILU DAMAI DAN BERINTEGRITAS •   

Tim Sosialisasi KPU babel meluncur ke kepulauan pongok, kabupaten bangka selatan untuk mengadakan Kegiatan Forum warga Berbasis Keluarga.

Rabu, 21 November 2018

Kpu-babelprov.go.id-Tim Sosialisasi KPU babel meluncur ke kepulauan pongok, kabupaten bangka selatan untuk mengadakan Kegiatan Forum warga Berbasis Keluarga.

Konsep ini diharapkan dapat mendekatkan Pemilih dengan penyelenggara Pemilu dan isu-isu kepemiluan sehingga partisipasi pada keseluruhan tahapan Pemilu meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Acara diadakan pada 2 segmen yaitu segmen pagi, peserta terdiri dari bapak-bapak yang tinggal di ke kepulauan peongok dan sekitar diharapkan agar pesan sosialisasi yang disampaikan kepada mereka dapat sampai kepada sanak keluarga agar menjadi peduli terhadap pemilu, dan peserta segmen siang adalah ibu-ibu warga kepulauan pongok.

Ada beberapa bahan sosialisasi yang dibagikan ke masyarakat yang hadir pada acara tersebut berupa baju kaos yang bertuliskan pesan-pesan pemilu.

Dikutip juga dari pernyataan anggota KPU RI, Menurut Wahyu, selama ini sosialisasi dan pendidikan pemilih yang di lakukan terkesan elitis dan eksklusif karena dilakukan secara segmented. Sosialisasi juga lebih cenderung berorientasi pada publikasi kegiatan di media, sementara basis-basis pemilih yang menjadi target sosialisasi dan pendidikan pemilih kurang tergarap secara optimal.

"Nah, sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga akan menjadi ‘produk’ unggulan penyelenggara Pemilu dalam menyasar pemilih," katanya.

Keluarga sebagai basis sosialisasi dan pendidikan pemilih, kata Wahyu, sudah terakomodir dalam Peraturan KPU Nomor 08 Tahun 2017 tentang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan.

KPU berkeyakinan pendekatan basis keluarga merupakan yang paling efektif karena semua kategori pemilih akan kembali dan berkumpul dengan keluarganya masing-masing.

“Ini semacam doa sapu jagat. Kita menyasar satu basis pemilih, tetapi basis yang lain otomatis ikut didalamnya karena pemilih, siapapun dia akan kembali ke keluarganya,” ujar Wahyu.

Pelaksanaan sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga akan ditempuh melalui dua metode, yaitu dari pintu ke pintu atau mendatangi langsung pemilih di rumahnya dan melalui Forum Warga yang ada di tingkat rukun tetangga, rukun warga, desa/kelurahan dan kecamatan.

“Kita tidak akan mendesain forum, tetapi memanfaatkan forum yang secara alamiah ada di tengah-tengah masyarakat seperti forum keagamaan, forum adat, forum pertemuan RT/RT, forum pemerintahan, forum kelompok tani dan nelayan, forum kepemudaan dan forum perempuan,” beber Wahyu. 

BERITA LAIN

Indeks Berita -
TOP